Sabtu, 31 Desember 2011

Hutan


      Hutan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Hutan merupakan sumber kehidupan tidak hanya bagi penduduk di dalam atau di sekitar hutan tetapi bagi masyarakat luas bahkan bagi seluruh umat manusia.
      Menurut undang-undang kehutanan no.41/1999, hutan adalah “ suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan sumberdaya alam hayati didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan”. Berdasarkan pengertian ini, hutan harus memiliki cirri-ciri sebagai berikut :

      “kesatuan ekosistem”, artinya suatu kumpulan yang terdiri dari sejumlah benda hidup dan benda mati yang saling berhubungan. Benda hidup disini merupakan isi hutan yang dapat berupa hewan maupun tumbuhan. Benda mati yang berupa tanah, air dan udara menyediakan wadah lahan sumberdaya alam hayati, artinya tanah yang di atasnya terdapat tumbuhan dan hewan  serta benda-benda mati.

       “Dominasi pepohonan”, artinya hutan sebagian besar terdiri dari pepohonan. Pohon-pohon ini tidak hanya menjadi isi hutan tapi juga menyediakan wadah  dan topangan bagi mahluk-mahluk lainnya. Kemusnahan satu jenis makhluk hidup lainnya di dalam hutan tidak secara lansung akan memusnahkan hutan, namun apabila yang musnah tersebut adalah pepohonan maka musnah pula hutan tersebut.

      “Persekutuan alam lingkungan yang tidak dapat saling dipisahkan”, artinya antara benda-benda yang ada di dalam hutan terjalin saling bertergantungan. Hilangnya satu jenis mahluk akan berpengaruh terhadap keberadaan mahluk-mahluk lainnya. Sebagai contoh, bila tidak ada pepohonan maka binatang-binatang hutan akan banyak yang mati.

      Di Indonesia, apakah suatu lahan itu termasuk dalam wilayah hutan ditentukan pemerintah. Jadi bisa saja lahan yang tidak ada pohonnya dimasukkan dalam suatu wilayah hutan. Ini mungkin karena dulunya wilayah tersebut adalah hutan. Dalam wilayah seperti ini segala kententuan yang berlaku untuk wilayah hutan juga diberlakukan. Di lain pihak, bisa saja ada lahan yang ditumbuhi pepohonan namun oleh pemerintah ditentukan bukan sebagai hutan, misalnya sebagai lahan pertambangan.

1  jenis-jenis hutan berdasarkan fungsinya
      Hutan dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, diantaranya adalah fungsi hutan dan tempat tumbuhanya. Hutan memiliki banyak fungsi namun sering kali sebuah hutan hanya dimanfaatkan salah satu fungsinya saja. Fungsi hutan mana yang bisa dimanfaatkan harus diatur oleh pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih.
Di Indonesia, berdasarkan fungsi hutan dapat di kelompokkan menjadi :
2. Hutan Lindung.
      Hutan lindung adalah kawasan hutan milik Negara yang karena keadaan alamnya diperuntukan bagi pengaturan tata air, pencegahan bencana banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Menurut Undang-undang Kehutanan no. 41 tahun 1999, di dalam kawasa hutan lindung tidak boleh dilakukan kegiatan pengambilan hasil hutan, penebangan, pemukiman, dan sebagainya yang dapat berpengaruh terhadap mutu lingkungan air di dalam dan di sekitar hutan tersebut.

3. Hutan Produksi.

      Hutan produksi adalah kawasan hutan yang diperuntukan untuk menghasilkan hasil hutan khususnya yang berupa kayu. Namun ini bukan berarti di kawasan hutan produksi bisa kita seenaknya menebang kayu untuk mengambil hasil hutan lainnya. Kegiatan pemanfaatan hasil hutan di kawasan hutan produksi diatur oleh hukum agar tidak mengancam kelestarian hutan itu sendiri.

4. Suaka Margasatwa.

      Suaka marga satwa adalah kawasan hutan yang mempunyai keaneka-ragaman jenis hewan yang tinggi sehingga perlu dikelola agar tetap lestari. Di kawasansuka marga satwa segala kegiatan yang mengancam kelestarian hewan yang dilindungi di wilayah tersebut, misalnya berburu, mengambil telur, menangkap hewan, tidak diperbolehkan. Di Indonesia terdapat cukup banyak suaka margasatwa yang terkenal diantaranya adalah Ujung Kulon di propinsi banten.

5. Taman Nasional.

      Taman Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada suatu area yang memiliki ekosistem yang masih asli. Yang dilindungi di area Taman Nasional tidak hanya hewan atu tumbuhannya saja tetapai keseluruhan lahan. Contoh Taman Nasional Tanjung Putting, TN G.Gede-Pangrango-Halimun-Salak, TN Meru Betiri dll.

Jenis-jenis Hutan Berdasarkan Kondisi tempat Tumbuhnya.

      Hutan terdapat di berbagai tempat di muka bumi dengan kondisi tanah, iklim, maupun ketinggian yang berada. Kondisi tanah tersebut ada yang subur, asam, berpasir, berlumpur, dan sebagainya. Iklim juga ada bermacam-macam, misalnya iklim basah (curah hujan tinggi sepanjang tahun), iklim kering (curah hujan tahunan rendah), atau iklim musim (memiliki beberapa musim dengan kondisi cuaca yang sangat berbeda ditiap musim).
      Demikian pula ketinggian, ada daerah pantai yang hampir sejajar dengan permukaan laut, ada daerah dataran rendah, pegunungan bawah, pegunungan menengah dan pegunungan tinggi.Perbedaan ini membuat hutan-hutan tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Pembagian hutan menurut kondisi tempat hutan itu berada menurut whitmore (1990) dan soerianegara (1977) dalam barmawi dkk (2002), adalah sebagai berikut :

2.2.1. Hutan Pantai

      Yaitu hutan yang terdapat di daerah pantai berpasir. Jenis pohon yang biasa tumbuh di hutan seperti ini diantaranya adalah cemara laut, ketapang, serta kelapa. Hutan pantai di Indonesia banyak terdapat di Sumatra, jawa, bali dan Sulawesi.

2.2.2. Hutan Mangrove atau Payau

      Adalah hutan yang terdapat di daerah berair payau atau di muara sungai atau pantai. Biasanya hutan seperti ini terdiri dari pohon bakau sehingga sering pula disebut hutan bakau. Di pulau Kalimantan banyak sekali terdapat hutan bakau, baik di pesisir pantainya maupun di tepi-tepi sungai. Hutan-hutan ini merupakan tempat yang bagus sekali untuk mencari ikan karena ikan-ikan senang sekali bertelur dan berkembang biak di antara akar-akar pohon bakau.

2.2.3. Hutan Rawa

      Hutan ini terdapat di rawa yang tergenanang air terus menerus atau  pasang surut. Jenis pohon yang tumbuh di hutan rawa misalnya pohon rambai dan aren. Di Indonesia hutan seperti ini banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Irian jaya.

2.2.4. Hutan Rawa Gambut

      Hutan ini tumbuh di rawa gambut dengan kondisi tanah asam dan kurang subur. Jenis pohon yang sering terdapat di hutan rawa gambut adalah pohon galam, merapat dan ramin. Hutan seperti ini banyak terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
      Dalam kondisi alami, lahan gambut berperan sebagai penyimpan karbon, di dalam tanah. Mereka menyimpan karbon dalam jumlah setara dengan yang dihasilkan emisi dari bahan bakar minyak bumi selama 100 tahun pada tingkat penggunaan saat ini. Sehingga dengan demikian, gambut berperan sangat penting terhadap terjadinya perubahan iklim. Pengelolaan yang tepat terhadap lahan gambut tropis sangat penting, karena kawasan ini lebih rawan terhadap kekeringan dan kebakaran.                
                
2.2.5. Hutan Hujan dataran Rendah

      Hutan ini terdapat di tempat dengan ketinggian sampai 100 meter dari permukaan laut dengan curah hujan yang tinggi. Hutan jenis ini merupakan jenis hutan yang subur dengan keanekaragaman hayati yang paling kaya. Banyak jenis pohon terdapat di sini, misalnya ulin, meranti, jabon dan sebagainya. Di Indonesia, hutan dataran rendah banyak terdapat di Sumatera, Klimantan dan Irian jaya.

2.2.6. Hutan Hujan pegunungan Bawah

      Hutan pegunungan bawah terdapat di daerah dengan ketinggian antara 100 sampai 200 meter dari permukaan air laut (dpl) dengan curah hujan yang tinggi. Jenis pohon yang biasa tumbuh disini misalnya kayu manis, aghatis, dan manggis-manggisan. Hutan hujan pegunungan bawah banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Irian jaya.

2.2.7. Hutan Hujan pegunungan atas

      Hutan hujan pegunungan atas terdapat di daerah dengan ketinggian di atas 2000 meter dari permukan laut dengan curah hujan yang tinggi. Hutan jenis ini banya ditumbuhi perdu, sementara pohon-pohon yang berukuran lebih kecil. Hutan hujan pegunungan atas dapat ditemukan di Sumatera, Irian jaya dan Sulawesi
.
2.2.8. Hutan musim bawah

      Hutan musim bawah terdapat di daerah beriklim kering atau musim dengan ketinggian di bawah 1000 meter dpl. Di Indonesia, hutan musim bawah terdapat di Jawa, Nusa tenggara dan Sulawesi.

2.2.9. Hutan Musim Tengah dan atas

      Hutan musim tengah dan atas terdapat di daerah beriklim kering atau musim dengan ketinggian 1000 sampai 4100 meter dpl. Di Indonesia, hutan jenis ini terdapat di Nusa tenggara, Sulawesi dan Irian jaya.

2.2.10. Hutan Kerangas

      Hutan kerangas terdapat di daerah dengan kondisi tanah berpasir, miskin unsur hara dan cenderung asam. Di hutan kerangas cukup banyak tumbuh pohon dari jenis meranti, pelawan, bahkan ulin, namun biasa berukuran agak kecil sebagai akibat kondisi tanah yang kurang subur. Hutan seperti ini terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

2.2.11. Hutan Savana

      Hutan savanna adalah hutan yang terdiri dari padang rumput dengan sejumlah pohon yang jarang berukuran besar. Di beberapa tempat pohon ini tumbuh cukup rapat sehingga terbentuk hutan yang cukup lebat pula. Hutan seperti ini terdapat di daerah yang kering seperti di Nusa tenggara.

2.2.12. Hutan tepi sungai

      Di sepanjang sungai-sungai besar di Kalimantan dan Sumatera juga banyak terdapat hutan yang tumbuh di tepian yang berlumpur. Di hutan seperti ini biasanya tumbuh pohon nipah, sagu atau rambai.

2.2.13. Hutan batuan ultra basa

      Di beberapa bagian Kalimtan, Irian jaya, Maluku dan Sulawesi, terdapat daerah yang tanahnya banyak mengandung batuan mineral dengan unsur logam yang sangat tinggi. Di daerah seperti ini juga banyak terdapat hutan dengan jenis-jenis pohon diantaranya adalah kemiri dan beberapa jenis meranti.

2.2.14. Hutan tanah kapur

      Di daerah dengan tanah kapur seperti di Irian jaya, Maluku dan Sulawesi kadang-kadang juga terdapat hutan. Hutan seperti ini ditumbuhi pohon dengan keanekaragaman jenis yang lebih sedikit. Pohon jati dan pohon eboni merupakan jenis pohon yang terdapat di hutan kapur. Kita wajib bersukur karena di Indonesia pada umumnya di Kalimantan pada khususnya banyak terdapat hutan dari berbagai jenis. Dengan keanekaragaman jenis hutan kita. Beberapa Negara kurang beruntung karena hanya memiliki hutan denga jenis yang kurang beragam. Di Autralia, misalnya, yang sering kita jumpai  hanyalah hutan savanna.